July 4, 2022

Kabar terkini oleh PT Bundamedik Tbk (BMHS) yang telah menyampaikan laporan keuangan untuk periode tiga bulan pertama 2022. Hingga pada periode tersebut, perseroan mencatatkan laba periode berjalan yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 28,72 miliar. Sehingga turun signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 62,24 miliar.

Sementara Raihan itu sejalan dengan penurunan dari sisi pendapatan yang tercatat sebesar Rp 388,9 miliar. Dan juga pada pendapatan turun 13,62 persen dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp 450,21 miliar.

Namun di tengah penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan justru naik menjadi Rp 227,06 miliar dari sebelumnya Rp 225,16 miliar. Sementara untuk laba bruto perseroan pada kuartal I 2022 tercatat sebesar Rp 161,84 miliar, turun 28,09 persen dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp 225,06 miliar.

Dan pada periode yang sama, beban usaha tercatat sebesar Rp 107,88 miliar, penghasilan keuangan Rp 2,19 miliar, dan beban keuangan Rp 7,91 miliar. Sehingga kemudian pembagian atas laba neto entitas asosiasi tercatat sebesar Rp 3,29 miliar dan penghasilan operasi lain net minus Rp 378,37 miliar.

Berdasarkan rincian tersebut, diperoleh laba sebelum pajak sebesar Rp 51,15 miliar. Sementara setelah dikurangi beban pajak penghasilan, perseroan mengukuhkan laba periode berjalan sebesar Rp 40,61 miliar. Dengan angka tersebut turun 58,35 persen dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp 97,51 miliar.

Namun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 55,3 persen menjadi Rp 28,72 miliar dan dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 62,24 miliar.

Sementara untuk laba per lembar saham menjadi Rp 3 dari sebelumnya Rp 7. Dan aset PT Bundamedik Tbk hingga Maret 2022 tercatat sebesar Rp 2,88 triliun, naik dibanding posisi akhir Desember 2021 sebesar Rp 2,69 triliun. Namun terdiri dari aset lancar Rp 989,26 miliar dan aset tidak lancar Rp 1,89 triliun.

Untuk liabilitas sampai dengan Maret 2022 tercatat sebesar Rp 1,15 triliun, naik dari posisi akhir Desember 2021 sebesar Rp 1 triliun. Sehingga terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 724,78 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp 429,56 miliar. 

Sehingga ekuitas hingga Maret 2022 juga naik dari sebelumnya Rp 1,69 triliun pada akhir Desember 2021, menjadi Rp 1,73 triliun hingga Maret 2022.

Mengisi waktu luang membaca berita terkini memang sangatlah asik, namun tetapi ada juga cara lain yang tentu tak kalah seru dan menyenangkan untuk dicoba yaitu dengan bermain slot. Dengan bermain permainan slot biasanya dimainkan hanya untuk sekedar mencari hiburan dan kesenangan, apabila menang nantinya akan mendapat keuntungan yang sangat besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.